My Rainbow Dreams

Just Blogger Templates

Kamis, 10 November 2011

Depresi



Jika salah satu orang tua atau saudara kandung Anda menderita depresi berat, maka resiko Anda mengalami depresi dalam hidup bisa jadi dua sampai tiga kali lipat lebih besar dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan depresi. Selain itu, tingkat keparahan dan/atau kekambuhan depresi pada keluarga juga bisa mempengaruhi resiko yang Anda alami.

Namun Anda tidak perlu merasa dikutuk hanya karena salah satu anggota keluarga Anda menderita berat.
Lynn Rehm, Ph. D, tenaga pengajar psikologi di University of Houston mengatakan bahwa depresi sedikit banyak juga dipengaruhi oleh hal-hal lain di luar genetika,

seperti kondisi keuangan, kesehatan, dan juga faktor-faktor lainnya. Oleh karena itu, untuk meminimalisir resiko Anda mengalami depresi juga, Lynn menyarankan Anda untuk :

1. Mengenali gejala-gejala klinis depresi.
  Gejala-gejalanya meliputi rasa sedih, kesulitan konsentrasi, kurang energi, gangguan tidur atau insomnia, mengalami gangguan nafsu makan (atau malah terlalu banyak makan), rendah diri, merasa tidak berdaya dan tidak punya harapan, dan tentunya, selalu ingin bunuh diri. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut selama 2 minggu atau Anda merasa setidaknya dalam beberapa hari terakhir Anda mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya Anda langsung memeriksakan diri. Pengobatan lebih dini akan mempercepat proses penyembuhan depresi.
2. Bangun hubungan sosial yang bersifat suportif
  Penelitian terbaru di University of Oregon menemukan bahwa wanita depresi yang memiliki dukungan sosial yang tidak memadai, artinya, mereka tidak memiliki banyak hubungan sosial atau kurangnya bergaul dengan lingkungan sosial yang positif, cenderung tetap mengalami depresi walaupun telah melalui pengobatan medis, dibandingkan mereka yang memiliki hubungan sosial yang baik. Karena jika Anda memiliki seseorang atau siapapun yang bisa membuat Anda merasa nyaman saat Anda sedang menghadapi masalah, maka resiko Anda mengalami depresi cukup rendah.
3. Bangun pola pikir yang selalu optimis
  Depresi seringkali berhubungan langsung dengan pola pikir yang selalu pesimis, atau merasa tidak punya harapan. Jika Anda terbiasa melihat segala sesuatu yang terjadi di diri Anda dengan perasaan pesimis, cobalah untuk bisa menerima kelemahan-kelemahan Anda sebagai bagian dari diri Anda, belajarlah untuk lebih menghargai diri Anda sendiri jika Anda bisa melakukan sesuatu yang baik, serta berhentilah menyalahkan diri sendiri jika ada kesalahan.
4. Mengkonsumsi ikan
  Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi banyak lemak esensial, terutama omega-3 yang banyak terdapat dalam ikan salmon dan sardines, bisa membantu mengatasi depresi dan gangguan bipolar. Jadi jangan ragu untuk mulai hobi makan ikan, atau mengkonsumsi suplemen yang mengandung omega-3.
5. Jangan lupa juga berolahraga
  Dengan berolahraga secara teratur, secara fisik Anda akan lebih sehat, dan olahraga juga bisa meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan Anda dalam memecahkan masalah, sehingga olahraga juga bisa membantu mengatasi depresi. Para peneliti di Duke University Medical Center membandingkan efektivitas latihan aerobik, penggunaan antidepresan, dan kombinasi keduanya pada 156 orang dengan gangguan depresif berat. Setelah empat bulan, ketiga grup mengalami perkembangan yang signifikan. Namun setelah 10 bulan, grup yang terus melakukan latihan secara teratur memiliki penurunan kekambuhan yang signifikan dibandingkan grup yang hanya mendapatkan antidepresan saja.

0 komentar:

Poskan Komentar